Archive for November, 2008

tuhan bolehkah aqu?

Tuhan, bolehkah aku marah ?
ketika nafasku terasa sesak
ketika ilmu jiwa tak menyukainya
ketika agama menjadikannya dosa

Tuhan, bolehkah aku bersedih ?
ketika yang lain menebarkan gembira
ketika ruang hidup terasa sempit
ketika waktu enggan bersahabat lagi

Tuhan, bolehkah aku bicara pada-MU ?
ketika tebaran senyum hilang disapu waktu
ketika setitik percaya tlah hilang pula

Tuhan, bolehkah aku…..?
Tuhan, bolehkah………?
Tuhan,………………?

No comment »

Tuhan, Bolehkah Aku

Tuhan, bolehkah aku marah ?
ketika nafasku terasa sesak
ketika ilmu jiwa tak menyukainya
ketika agama menjadikannya dosa

Tuhan, bolehkah aku bersedih ?
ketika yang lain menebarkan gembira
ketika ruang hidup terasa sempit
ketika waktu enggan bersahabat lagi

Tuhan, bolehkah aku bicara pada-MU ?
ketika tebaran senyum hilang disapu waktu
ketika setitik percaya tlah hilang pula

Tuhan, bolehkah aku…..?
Tuhan, bolehkah………?
Tuhan,………………?

No comment »

putih YANG mengHITAM

Putih di saat itu
Bermekaran tak karuan melenggang
Hanya sementara…
Beban yang berkutat

Hitam, hina, rasa sesak, benci…
Menumpuk melihat Hitamnya
Dosa yang Hitam bercampur sesal kemudian
Entah apa yang akan hancur
Gagal sudah…

Hitam, sungguh pekat…
Hitam, lekat menghitam, membulat
Kentalnya Hina Hitam saat itu

Putih telah gagal
Hitam menjadi sesal yang teramat malu
Putih telah jatuh
Hitam akan selamanya merekat

Putih yang sirna
mendekati Hitam…

No comment »

Merindukanmu

Belum lepas semua penat
Setelah seharian menabung mimpi
Masih lekat teringat
Tak t’rasa ku merindukanmu lagi

Aku tahu… bahwa kumencintaimu
Aku tahu… bahwa kumenyayangimu
Namun baru ku tahu, sungguh
Betapa besar artimu bagiku

Masih ku ingat kata yang kau ucap
Pertemuan itu b’lum berganti hari
Masih t’rasa sentuhan hangat
Tapi ku sudah merindukanmu lagi

No comment »

Menapak Masa Depan

Lelah raga ini…
Menapaki hari-hari
Menggapai mimpi
Hingga menjelang pagi

Untungnya…
Jantung masih berdetak
Semangat masih meledak
dan usiaku masih muda

Tak habis waktu berpeluh
Tak kurang asa kujulang
Semoga segera tiba waktu
S’bab esok kuingin menjemputmu

No comment »

kenapa cinta ada?

Tanyamu kepadaku
Kenapa cinta ada
Rembulan tersenyum padamu
Ketika payung langit menghitam masih
Dan merapatkan awan-awan kelamnya
Malam berdiam
Seakan gelayut cakrawala
Menghembus perlahan
Tanyamu melayang masih
Lalu tetesan langit menghujanimu
Dan gemuruh malam
Masih berjaga
Tanyamu tersentuh belum
Adakalanya waktu mengulur
Mendiamkan tanya
Supaya mengerti
Kemerduan malam kian menghias
Kekosongan dirimu.

No comment »

Dia Pernah Berarti

keyakinan & ketulusan mengawali segalanya
tanpa keduanya tak akan ada jalan tuk melewati
memang tak semudah yang diangankan
bukan pertama mengisi hariku tapi pertama yang ada dihati
bukan pikiranku yang membuka tapi hati ini
bukan keadaan menjalankan tapi jiwa yang membawa
berakhir tanpa bicara
hilang sudah cahaya kecilku
kebenaran hanya kusimpan, kuletakkan dalam perasaan
hingga ku tau untuk siapa dia.. untuk siapa aku..

No comment »

YOU

I cry myself to sleepEvery single nightHoping I’ll dream of youIn a different lightI wish you’d be mineIf only for a dayBut it just a dreamYou don’t think of meThat wayIf only you knewHow I felt insideThen my feelings could flowNot stay in and hideI love you so dearlyI really know it’s trueBut when will come the dayThe same feelings come from you?I know it’s a wishSo I’ll push it awayBut now that I’ve triedMy love still lasts today

No comment »

Lupakan Aku

Berusahalah… untuk mengerti bahwa di dunia yang fana ini kita terlahir tak sempurna
Bahwa apa yang kita harap tak selalu bisa kita dapat, juga harus kau ingat
Kuatkanlah… dan mengerti bahwa hati terapuh dapat pula menjadi kekuatan baru
Bahwa apa yang terlewati mampu berikan pengalaman berharga untuk esok hari

Lupakan aku… bukan karna ku tak lagi mencintaimu seperti dulu
Proses pendewasaan diri tak selamanya mengenakkan hati, susah di arti
Tataplah masa depan ! jangan jadikan kepergianku ini sebagai satu rintangan
Ketulusan… t’lah tiba waktunya juga berbicara tentang pengorbanan

Aku pergi sejak hari ini bukan karna tak lagi mencintai
Aku tersenyum saat bertemu bukan karna bahagia meninggalkanmu
Aku begini…menyakiti hati bukan juga ingin kau musuhi
Hatiku pun menangis…tak hanya jiwamu yang teriris

Semoga perpisahan ini hanya sesaat
Semoga engkau mampu menatap kuat
Semoga terjaga semua hasrat
Hingga tiba lagi waktunya Tuhan persatukan kita erat

No comment »

entahlah

Terdiam di keseharian
rutinitas pasti, tanpa arti
menjalani, melewatkan
‘tanpa resah’ tapi menyadari

waktu terus saja membentuk jarak
sedang aku masih yang kemarin
esok terus saja berubah-ubah
hanya bisa bilang: “entahlah…”

No comment »