Archive for October 27, 2008

Jika Kau Tau Semuanya, Masihkah Kau Cinta?

Mereka bertemu di gerbong kereta, dan jatuh cinta. Jason P Howe kemudian mengetahui, Marylin, wanita yang dicintainya itu, menjalani kehidupan ganda - sebagai seorang assassin, pembunuh rahasia di kelompok sayap kanan, dalam perang sipil Kolombia yang brutal.

Ketika ada rahasia yang diungkapkan, atau terungkap, sebuah hubungan akan bergerak ke sebuah titik: naik, turun, atau malah terjerembab ke titik nol. Biasanya sih rahasia itu nggak jauh-jauh dari seks! Tentang sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri, atau justru kau lelaki keberapa yang menidurinya. Setiap kejujuran akan membawa konsekuensi.

Tapi bagaimana kalau wanita itu mengungkapkan sebuah rahasia yang jauh lebih gelap dari sekadar pelakon threesome?

Marylin membersihkan senjatanya, disaksikan anak dan keluarganya.

Aku masih telanjang. Duduk di ranjang hotel murah dan kumuh, persis di pusat wilayah yang tercabik perang, sentral penghasil narkoba di Kolombia. Kunyalakan rokok, bersiap mendengar… Wanita yang baru saja bergumul denganku itu katanya mau menyampaikan sebuah pengakuan.

“Aku sebenarnya seorang pembunuh rahasia. Targetku adalah para mata-mata. Sedikitnya sudah 10 orang meregang nyawa di ujung senjataku.”
Kisah cinta seorang pewarta foto, Jason P Howe, dengan Marylin ini akan diangkat ke layar lebar. Kisah selengkapnya, baca I fell in love with a female assassin.

*****

Marylin dan Jason.

Banyak orang bilang, kejujuran adalah syarat pertama bagi tumbuh dan bertahannya sebuah hubungan cinta. Tapi lebih banyak lagi kenyataan, bahwa sebuah hubungan bisa bertahan justru dengan membekap kuat-kuat sebuah, beberapa, atau begitu banyak rahasia.

Bila semua rahasia dibuka, kau mungkin tak akan pernah jatuh cinta…

No comment »

Surat dari Iblis

Bila Lae Jarar dapat kutipan surat dari seorang PNS, aku malah mendapat hal sejenis, tapi yang ini dari Iblis. Tidak usah diselidiki bagaimana keotentikan surat ini. Toh, Anda bilang jangan lihat siapa yang mengirim, tapi lihatlah apa kirimannya. Surat ini sama sekali tidak mengalami proses penyuntingan. Iblis ternyata tidak seperti yang kita bayangkan. Bahasa mereka jauh lebih sopan dari manusia kebanyakan, meski sedang geram-geramnya.

Manusia yang kami hormati.

Kasih, pengampunan, dan keselamatan dari Tuhan semoga selalu tercurah untuk kalian.

Kalau ada ciptaan Tuhan yang paling banyak dirugikan, itulah kami. Sejak diciptakannya manusia, dan kemudian dijadikan penghuni bumi, tak henti-hentinya kami dijadikan kambing hitam, pembenaran, bahkan seolah-olah menjadi penyebab dari semua tindakan keliru yang dilakukan manusia.

Dari saat matahari terbit hingga terbit kembali keesokan harinya, kami juga jadi sasaran hujatan, penghinaan, yang dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari penjahat hingga pejabat, yang kafir sampai yang selalu berzikir, yang royal juga yang kikir.

Untuk Anda ketahui, semua yang kami lakukan adalah atas mandat dari Tuhan kita. Tanpa itu, apalah daya kami. Sekali lagi, semua tindakan kami adalah atas mandat dan izin dari Tuhan. Sementara Anda, kami tahu betul, sering kali berbuat sesuatu tanpa izin dari Dia: menebang hutan, memakan uang rakyat, memperkosa hak-hak anak dan perempuan, dan seterusnya.

Beberapa abad belakangan, kami secara signifikan telah mengurangi kegiatan goda-menggoda seperti diceritakan dalam doktrin agama kalian. Kalian sudah jauh lebih kreatif dalam kejahatan. Bayangkan, Anda bisa tampak shaleh, peduli rakyat, penuh cinta kasih, padahal di dalam busuk!

Kami bangsa Iblis, tidak pernah munafik seperti itu. Garis tegas telah kami buat. Kami profesional, dan taat pada kontrak yang kami buat dengan Tuhan.

Memang dalam kegeraman beradab-abad ini, kadang-kadang kami juga dapat hiburan dari kekonyolan kalian. Bayangkan, tidak sedikit dari kalian yang begitu bersemangatnya ingin membantu Tuhan untuk menghadapi kami.

Busyet dah! (Catatan: ini kata yang paling keras dalam surat ini-editor)

Kalian pikir Tuhan perlu itu? Kalau Dia mau, kontrak yang kami buat bisa dibatalkan kapan saja. Tidak saja diberhentikan, kami juga bisa dimusnahkan, semudah Anda menghapus data film porno dalam sebuah flashdisk.

Kalian terlalu banyak menonton film superhero buatan Hollywood seperti Spiderman atau Superman sih: bahwa selalu ada sesuatu yang jahat sebagai rival yang baik. Bahwa ada kami, para iblis selaku sparring partner yang imbang buat Tuhan. Kalian bahkan membayangkan, kadang Tuhan sampai ngos-ngosan untuk menghadapi kami, seperti Spiderman sesekali sampai tercabik-cabik bajunya menghadapi Green Goblin.

Dan untuk itu, kalian berdiri di sisi Tuhan, menjadi pembelanya untuk mengeroyok kami, dengan pedang, bom potassium, iuran ke rumah ibadah, atau khutbah berapi-api.

Ya ampun…. Malu kami jadinya. Tersanjung karena dianggap begitu perkasa. Kami sungguh tak sehebat itu. Hanya Dialah yang Mahahebat. Kita, kami dan Anda, ada di sini, hidup sejenak, hanya karena sebuah kontrak, sebuah mandat. (Bedanya, kami taat, Anda ingkar.)

Ke depan, mestinya kita memperbanyak kerja sama. Kami adalah sumber ambisi, motivasi, passion, hasrat, energi. Masa kalian tak bisa mengambil nilai-nilai positif itu. Jadi, Anda menggunakan metode-metode kami, untuk tujuan-tujuan kemanusiaan dan kemuliaan.

Oh, tidak apa-apa. Bagi kami, tidak menjadi masalah, apakah berhasil atau tidak menggoda Anda. Sesuatu dinilai bukan dari hasil, tetapi proses. Itulah profesionalisme. Banyak atau sedikit manusia yang tergelincir dalam dosa, sama sekali tidak akan menambah atau mengurangi penghasilan kami. Kontrak kerja kami fixed, bukan seperti kontrak dengan buruh yang kalian buat.

Malah, syukur-syukur kami memang dianggap gagal, sehingga dipensiunkan dini, dari pekerjaan yang semakin tidak asyik ini. Ditugaskan menjadi seekor kupu-kupu, atau kuntum bunga di lereng bukit, sepertinya jauh lebih menarik.

Akhirnya, terima kasih atas perhatian Anda. Dan untuk selalu Anda ingat, kami tidak begitu berkenan sesungguhnya, untuk bertetangga dengan Anda di neraka. Kami dari api, sehingga neraka memang sesuatu yang suitable buat kami. Sementara Anda, akan mengeluarkan bau hangus, dari kulit yang mengelupas, dan daging yang terpanggang. Mengapa kami tetap saja menggoda, semata-mata karena asas profesionalitas, termasuk ketaatan pada kontrak kerja tadi.

Sekali lagi, kasih, pengampunan, dan keselamatan dari Tuhan semoga selalu tercurah untuk kalian

Salam.

(Kami seungguhnya tak pernah punya nama, karena bisa menjadi siapa saja)

No comment »

Jika Kau Menyerahkan Hati, Pastikan Ada Tanda Terimanya

Pada masanya, caraku jatuh cinta itu pun kucintai, apalagi kau; luapan air yang keluar dari arusnya, menamparku dari lembah yang tak kuduga.

TAPI seperti udara yang kuhirup, ternyata tak bisa kau selamanya kusimpan di paru-paruku, harus kulepas pergi, sepelan mungkin, membawa perih, meninggalkan pedih, kekosongan itu mendadak akrab. Hela napas baru itu tak mengisi setiap gelembung yang kau tinggal.

Aku pun dipaksa melanggar sumpah keangkuhan itu, untuk tak menangisi apa yang berlalu dari hidupku; dan tak pernah bisa kurayakan setiap detik yang pernah kita bagi bersama, seperti orang-orang beriman berfestival di hari kelahiran dan kematian nabi-nabinya.

gambar dipermak ala kadarnya dari cartoonstock

Terlalu besar andilmu dalam tumbuh kembang jiwaku, Cinta, karena kau bukan angin lalu yang sekadar menggelombangkan urai rambutku. Tak kuingat lagi berapa lirik lagu cinta sudah kita ciptakan, walau tak selalu kita temukan nada untuk mendendangkannya.

Jejakmu semakin mengukukuhkan bentuknya, justru setelah tak kupahami lagi ke penjuru angin mana sebenernya kembaramu berhaluan. Sepi itu mencekik, kata orang. Jadi bukan karena enggan menarik napas baru, Cinta, tapi aku memang tercekat.

Cinta, tau rasanya kehausan udara, padahal kau sedang berada di sentrum atmosfir?

“Ya, bodoh itu namanya!” bentak si Cinta, “sebodoh tikus yang mati di lumbung padi!”

*****

Berapa kali sih kudu dibilangin, nitip apalagi ngasih barang-barang berharga itu harus pake tanda terima! Iya kalo yang dititipin ngerti seberapa bernilainya sesuatu itu buatmu, lha kalo nggak? Apalagi hati? Set dah, kamu pikir ada toko yang jual spare part perlengkapan jiwa?

Nuntut ke pengadilan? Hayah! Pencuri kayu aja lolos, bijimana pencuri hati? Paling juga hakimnya tersenyum genit, trus bilang, “Istri saya baru dua lo, Dek…”

Udah… now go sleep without fear of tomorrow, because you know now what you have left behind.

——————————

No comment »

Jangan Ditunggu, Dia tak akan Pernah Datang

Aku bohong mengenai banyak hal justru karena selalu ingin kelihatan jujur. Tapi tidak tentang ini kali aku benar-benar menunggumu.
Mengapa kau buat aku sempat lari dari keyakinanku terdahulu, bahwa bentuk terbaik kita adalah bayang-bayang. Bayang-bayang tidak menodaimu, ia hanya menggodamu dengan cintanya yang tak bisa menyentuh, tapi bisa memenuhi celah hatimu sampai penuh, karena kenyataan yang hadir tak pernah utuh.
Dan cerita itu tak akan pernah selesai. Tali itu tak akan pernah tersambungkan. Aku mestinya sudah melihat akhir tragis itu, sebelum kau tampar telak untuk kali terakhir.
Semua telah mendapat hukumannya: ikan yang menggelepar karena keluar dari kolam, atau justru mereka yang tenggelam, karena memaksa dirinya menari di air bersama ikan-ikan.
Mereka semua mati, karena memaksa hidup di tempat yang bukan habitatnya, merenggut mimpi yang bukan miliknya.
Dan penyebab semua kematian itu, pantas mendapat sesuatu yang lebih buruk dari kematian.
Dia akan membeku, karena menunggu sesuatu yang tak akan pernah datang.

No comment »